Jumat, 02 Mei 2014

Sistem Pencernaan Manusia


Proses pencernan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kalenjar pencernaan. Suatu kesatuan antara proses pencernaan, organ-organ pencernaan, serta kalenjar pencernaan membentuk sistem pencernaan. Sistem pencernaan berfungsi memecah bahan-bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap oleh tubuh.
Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
·         Proses mekanis, pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk halus atau kecil dengan gerakan alat-alat pencernaan, seperti gigi dan lambung. Pada pencernaan mekanis tidak terjadi perubahan susunan molekul bahan yang dicerna
·         Proses kimiawa, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah molekul besar menjadi molekul berukuran kecil.
Proses pencernaan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan. Alat-alat pencernaan manusia terdiri atas saluran pencernaan dan kalenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Kalenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang dibutuhkan dalam proses pencernaan . kalenjar pencernaan terdapat di mulut, lambung, usus halus, pankreas, dan hati.
            
Organ-organ pencernaan manusia
1)      Mulut
Makanan masuk pertama kali melalui mulut. Di dalam makana terdapat pencernaan secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan makanan yaitu gigi, lidah, dan kalenjar ludah
a)      Gigi
Gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis karena gigi membantu memecah makana menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan lebih cepat.
Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari gigi susu menjadi gigi tetap (permanen). Gigi pertama tumbuh pada bayi yang berusia sekitar 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Pada anak yang berusia sekitar 6 tahun, gigi berjumlah 20 yang terdiri atas 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham depan. Gigi susu ini akan tanggal dan digantikan dengan gigi tetap. Orang dewasa mempunyai 32 gigi tetap yang terdiri atas 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan, dan 12 gigi geraham belakang.
Berdasarkan bentuknya gigi terdiri atas gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Gigi seri (insisivus) berfungsi untuk memotong makanan. Gigi taring (kaninus) berfungsi untuk mengiyak dan merobek makanan. Gigi geraham (premolardan molar) berfungsi untuk mengunyah makanan.
            Gigi terdiri atas tiga bagian yaitu mahkota gigi, leher gigi, dan akar gigi.
(1)    Mahkota gigi (corona) merupakan bagian yang tampak dari luar.
(2)    Leher gigi (colum) merupakan bagian yang terlindungo oleh gusi.
(3)    Akar gigi (radix) merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
Bagian terluar gigi dilapisi oleh email yamng merupakan struktur terkeras dalam gigi. Dibawah lapisan email terdapat tulang gigi (dentin). Bagian dentin yang masuk ke rahang dilapisi oleh semen.di bagian dalam gigi terdapat sumsum gigi (pulpa). Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf
b)      Lidah
Dalam sistem pencernaan lidah berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawahsaat makanan dikunyah, serta sebagai alat pengecap makanan karenan banayak mengandung reseptor pengecap dan perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang mengandung banyak kalenjar lendir (mukosa).
c)       Kalenjar ludah
Di dalam mulut terdapat tiga kalenjar ludah yaitu kalenjar parotis (di dekat telinga), kalenjar submandibularis(di bawah rahang), dan kalenjar sublingualis (di bawah lidah). Kalenjar ludah berfungsi untuk menyeresikan saliva atau air liur. Air liur mengandung enzim ptialin yang dapat mengubah amilum (polisakarida) menjadi maltosa (disakarida). Selain itu, air liur berfungsi juga untuk membasahi makanan, mencegah mulut dari kekeringan, membunuh mikroorganisme, dan bertindak sebagai buffer (penyangga pH).
2)      Kerongkongan
Kerongkongan merupakan saluran tipis dan panjang (±25cm) yang berfungsi sebagai jalan bolus (gumpalan makanan) dari mulut menuju ke lambung. Bagian dalam kerongkngan senantiasa basah oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada didnding kerongkonganuntuk menjaga agar bolus menjadi basah dan licin. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak perilstaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak perilstatik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot  secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memenjang dan melingkar.
3)      Lambung
Lambung (ventrikulus) merupakan kantong besar yang terletak disebelah kiri rongga perut. Lambung terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah yang membulat (fundus), dan bagian bawah (pirolus).
Di dalam lambung terjadi pencernaan secara mekanis dan kimiawi. Pencernaan mekanis terjadi kerena kontraksi otot lambung. Kontraksi otot lambung menyebababkan bolus atau gumpalan makanan tercampur dan teraduk menjadi bubur (chyme). Sementara itu, pencernaan kimiawi berlangsung dengan bantuan getah lambung. Getah ini dihaasilkan oleh kalenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus. Getah ini dapat dihasilkan akibat rangsangan bolus saat masuk ke lambung.
Contoh
a)      Asam lambung (HCL), berfungsi mematikan bakteri yang terdapat di dalam makanan, mengubah sifat protein, merangsang keluarnya sekretin, merangsang keluarnya hormon kolesistokinin yang merangsang empedu agar mengeluarkan getahnya, dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.
b)      Enzim pepsin, berfungsi merombak protein menjadi pepton.
c)       Enzim renin, berfungsi mengaktifkan kaseinogen menjadi kasein.
d)      Hormon gastrin, berfungsi merangsang sekiresi getah lambung.
4)      Usus halus
Usus halus merupakan saluran yang berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6-8 meter dan lebarnya 25 mm. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
a)      Usus dua belas jari
Di dalam usus dua belas jari bermuara dua saluran yaitu dari pankreas dan kantong empedu. Kantong empedu berisi cairan empedu yang dihasilkan dari hati yang berguna untuk mengemulsikan lemak. Pankreas menghasilkan getah pankreas (bersifat basa) yang berfungsi untuk mengubah zat tepung menjadi gula. Tripsinogen dihasilkan oleh enzim enterokinase menjadi tripsin. Tripsin berfungsi mengubah protein menjadi peptida dan asam amino.lipase berfungsi mengubah trigleserida (lemak) menjadi asam lemak dan gliserol. Jadi di usus dua belas jari terjadi pencernaan kimiawi.
b)      Usus kosong
Di dalam usus kosong makanan mengalami pencernaan kimiawi oleh enzimyang dihasilkan oleh kelenjar yang terapat di dinding usus. Enzim-enzim yang dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat di dinding usus sebagai berikut.
(1)    Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas
(2)    Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi maltosa
(3)    Erepsin, berfungsi mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino
(4)    Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa
(5)    Disakarase, berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida
(6)    Peptidase, berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino
(7)    Sukrase, berfungsi mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
(8)    Lipase, berfungsi mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam amino
c)       Usus penyerapan
Di dalam usus penyerapan terdapat banyak lipatan atau lekukan yang disebut vili atau jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus sehingga proses penyerapan zat makanan akan lebih sempurna. Zat makanan berupa glukosa, asam amino, vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C), mineral, dan air akan diserap oleh kapiler darah dalam vili kemudian diangkut menuju hati melalui pembuluh darah. Sementara itu zat makanan berupa asam lemak, gliserol, dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K)akan diangkut melalui pembuluh kil, yaitu pembulu getah bening (limfa).
5)      Usus besar
Usus besar atau kolon memiliki panjang ±1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon decsenders. Diantara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil disebut apendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.
Sisa makanan hasil pencernaan di usus halus masuk ke usus besar. Di usus besar terjadi proses pembusukan sisa makanan menjadi feses oleh bakteri Escherichia coli. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E.coli juga menghasilkan vitamin K dan vitamin B12.
Bagian akhir usus besar disebut rektum. Di rektum tidak lagi terjadi penyerapan air. Rektrum dapat berkontraksi sehingga menimbulkan terjadinya defekasi. Defekasi adalah pengeluaran zat-zat makanan melalui anus




  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar